Selamat Datang diblog hadeye's

Klik link ini..................

Sabtu, 16 Agustus 2008

wisata Kayangan Api

pintu gerbang kayangan api


api abadi
"kayangan api"


Saat pulang kampung kali ini terasa berbeda... kali ini kebetulan shobatku juga pulang kampung.... jd setelah jum'atan kita menyusun rencana..... kali ini kita memutuskan jalan2 ke Kayangan Api....

Sekitar pukul 13.30 kita memulai perjalanan, adan kita berdua blm pernah main kesana, jd kita ga tau jalan menuju ke kayangan api.... terus kita mengikuti jalan aja sambil melihat papan penunjuk jalan.........

dalama perjalanan ada sedikit selingan.... begitu masuk kota Bojonegoro, tiba2 ada cewek nyalip kita.... dasar temenku, orangnya agak ke PD-an.. liat cewek langsung aja di kejar n di godain... (ternyata kita jalanya searah lho....) sepanjang jalan terus di godain tuh cewek, tp apesnya tuh cewek ga memberi respon........ (kasihan temenku...)

masih dalam perjalanan ke Kayangan Api dan akhirnya sampai juga di pertigaan menuju tempat wisata alami tersebut.... sebanjang jalan kita akan di suguhi dengan berjejer tanaman jati...dengan jalan yg berliku2... dan akhirnya sampailah pada gerbang pintu masuk.....

Kayangan Api merupakan sumber api abadi yg tidak padam sepanjang waktu........... dan di sebelah baratnya ada air yg mengeluarkan uap, oleh warga di beri nama : "banyu blekutuk"...


Anda penasaran, datang aja ke Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro, tiket masuknya cuma Rp. 5000, itu sudah termasuk parkir sepeda, dan tiket masuk untuk 2 orang...!!!!


Kamis, 14 Agustus 2008

Karnaval.........

Menjelang 17 Agustus seperti sekarang ini, banyak kegiatan2 di sana-sini.... mulai dari tingkat RT sampai tingkat propinsi..... tidak ketinggalan, di kabupaten gresik sore tadi ada Karnaval Umum, yang pesertanya mulai dari perwakilan sekolah2, instansi2 pemerintahan, dan juga dari perwakilan industri.........

Start mulai depan kantor Bupati Gresik dan finish di Alun-alun Gresik..... jam 15.00 tdi di jalan protokol Gresik-surabaya rame banget, banyak peserta yang mengikuti karnabal tahun ini, dan pesertanya begitu kreatif dalam menghias mobil2 mereka.... berbagai macam kreasi ada dlm karnaval tadi..... bahkan kantor dinas Perikanan menggunakan kapal boot betulan dengan di hiasi jala para nelayan............


Wargapun begitu antusias dalam menyaksikan karnaval tersebut, terbukti di sepanjang sisi jalan yg terlewati iring2an mobil peserta, di situ banyak warga yg menonton............

Aku juga ikut nonton lho......................


Sabtu, 09 Agustus 2008

080808


Kemarin adalah tanggal 08 agustus 2008, dan pada hari itu angka Delapan sangat di spesialkan. Banyak masyarakat yang percaya kalau angka delapan itu angka yang membawa hoki.... Makanya, pada tanggal itu banyak masyarakat yang melangsungkan berbagai macam acara..... Mulai acara pertunanagan sampai acara pernikahan.

Banyak yang mengatakan kalau angka delapan adalah angka keberuntungan, karena di lihat dari bentuknya yang unik, yaitu menyambung tanpa putus....


Tapi, itu semua kembali pada diri kita masing-masing.... percaya atau tidak engan hal2 yang begituan,.......


Kalau aku pribadi, aku ga percaya....................


eh.....

Shobat, btw pada tanggal 09-09-09 meriah juga ga........????????

Ya......... tunggu aja....................!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!


Rabu, 06 Agustus 2008

film "Syahadat Cinta"

Cerita seorang pemuda tampan, Iqbal, anak seorang pengusaha kaya raya yang bengal, tukang mabuk, dan suka berkelahi. Ayahnya, Daeng Abdilah adalah seorang pengusaha sukses yang sangat sibuk sehingga jarang memperhatikan anaknya. Satu-satunya orang yang memperhatikan adalah ibunya, Dewi. Itulah sebabnya Iqbal sangat menghormatinya.


Suatu hari Iqbal pulang dalam keadaan sangat mabuk sehingga dengan tidak sadar telah mendorong ibunya dari atas tangga hingga menyebabkan ibunya koma. Pemuda berandal yang selama ini tidak pernah menangis, saat itu juga menangis sejadi-jadinya sambil memohon kepada Allah keselamatan ibunya. dan ternyata Allah masih memberikan kesembuhan.

Setelah kejadian itulah Iqbal mendapat hidayah, sesuai dengan ikrar nya kepada Allah SWT maka Iqbal memutuskan untuk belajar di pondok pesantren Tegal Jadin pimpinan Kyai Shidiq. Disanalah ia mencoba mencari Tuhan sekaligus ingin melupakan masa lalunya yang kelam. Tapi selama dua bulan dia tidak diajari apa-apa, hal ini tentu membuat Iqbal sangat kesal. Hingga suatu hari dia meluapkan amarahnya pada gadis cantik berkerudung, Iqbal memaki-maki gadis itu hingga menangis, sampai mengancam Iqbal untuk mengadukan pada ayahnya.
Dan ternyata gadis itu adalah Neng Aisyah yang merupakan cucu Kyai Shidiq. Hal ini membuat Iqbal sangat takut sehingga dia memilih kabur dari pesantren. Akhirnya Iqbal memutuskan ke Salatiga.

Dalam perjalanan dia bertemu dengan Khaura, gadis remaja berseragam SMA yang akhirnya menjadi teman baiknya. Dia juga bertemu dengan Pricilia gadis nasrani yang sangat tertarik dengan Islam. Di Salatiga Iqbal bertemu dengan pemulung bernama Ibu Jamilah yang mempunyai dua anak. Dari mereka lah Iqbal mengenal Islam dengan lebih baik, mereka mengajarkan Iqbal shalat, mengaji, dll. Setelah lama tinggal di rumah ibu Jamilah, Iqbal memutuskan untuk kembali ke pesantren Tegal Jadin. Disana dia akhirnya meminta maaf kepada Neng Aisyah hingga akhirnya hubungan mereka menjadi sangat akrab.

Terus Iqbal bertemu pula dengan gadis cantik bernama Siti Zainab yang membuat dia jatuh hati. Disaat bersamaan datang Pricilia dalam keadaan babak-belur karena dihajar keluarganya sendiri, yang akhirnya membuat hati Iqbal merasa iba.

Kedekatan Iqbal dengan beberapa wanita ini menyebabkan Iqbal berseteru dengan santri-santri lainyang menganggap Iqbal telah melanggar ajaran agama. Nah semakin rumitlah permasalahannya. Iqbal yang semula seorang berandal, dihadapkan pada nilai-nilai moral agama dan beberapa pilihan cinta. Cinta dan ajaran manakah yang akan dia pilih ...?


Saksikan film religius romantik ini di bioskop-bioskop kesayangan anda.





sumber : syahadat-cinta-themovie



Hitung titik hitamnya..........

Selasa, 05 Agustus 2008

PESAN DARI IBU....


oleh : andrie wongso


Suatu hari, tampak seorang pemuda tergesa-gesa memasuki sebuah restoran karena kelaparan sejak pagi belum sarapan. Setelah memesan makanan, seorang anak penjaja kue menghampirinya, "Om, beli kue Om, masih hangat dan enak rasanya."

"Nggak, Dik. Saya lapar mau makan nasi saja," kata si pemuda menolak. Sambil tersenyum si anak pun berlalu dan menunggu di luar restoran.

Melihat si pemuda telah selesai menyantap makanannya, si anak menghampiri lagi dan menyodorkan kuenya. Si pemuda, sambil beranjak ke kasir hendak membayar makanan berkata, "Tidak, Dik. Saya sudah kenyang."

Sambil berkukuh mengikuti si pemuda, si anak berkata, "Kuenya bisa buat oleh-oleh pulang, Om."

Dompet yang belum sempat dimasukan ke kantong pun dibukanya kembali. Lalu, dikeluarkan dua lembar ribuan dan si pemuda menyodorkan kepada si anak penjual kue. "Saya tidak mau kuenya. Uang ini anggap saja sedekah dari saya."

Dengan senang hati si anak itu menerima uangnya dan bergegas keluar restoran. Lalu, ia memberikan uang itu kepada pengemis di depan restoran. Merasa heran dan sedikit tersinggung, si pemuda menegur si anak penjual kue, "Hai, Adik Kecil, kenapa uangnya kamu berikan kepada orang lain? Kamu berjualan kan untuk mendapatkan uang? Kenapa setelah uang ada di tanganmu malah kamu berikan ke orang lain?"

"Om, jangan marah ya. Ibu saya mengajarkan kepada saya untuk mendapatkan uang dari usaha berjualan, bukan dari mengemis. Kue-kue ini dibuat oleh Ibu saya sendiri dan Ibu pasti akan sedih dan marah jika saya menerima uang dari Om bukan dari hasil menjual kue. Tadi Om bilang, uang sedekah, maka uangnya saya berikan kepada pengemis itu."

Si pemuda merasa takjub dan menganggukkan kepala tanda mengerti. "Baiklah, berapa banyak kue yang kamu bawa? Saya borong semua untuk oleh-oleh." Si anak pun segera menghitung dengan gembira.

Sambil menyerahkan uang si pemuda berkata, "Terima kasih Dik atas pelajaran hari ini. Sampaikan salam saya kepada ibumu." Walaupun tidak mengerti tentang pelajaran apa yang dikatakan si pemuda, dengan gembira diterimanya uang itu sambil berucap, "Terima kasih, Om. Ibu pasti akan senang sekali, hasil kerja kerasnya dihargai dan itu sangat berarti bagi kehidupan kami."

Pembaca yang budiman.
Dari hasil didikan seorang ibu yang luar biasa, lahirlah anak yang hebat! Walaupun mereka miskin harta tetapi mereka kaya mental! Menyikapi kemiskinan bukan dengan mengemis dan minta belas kasihan dari orang lain tetapi dengan bekerja keras, membanting tulang. Karena sesungguhnya, KERJA ADALAH KEHORMATAN bagi setiap manusia!

CINTA TANPA SYARAT


OLEH : Andrie Wongso

Dikisahkan, ada sebuah keluarga besar. Kakek dan nenek mereka merupakan pasangan suami istri yang tampak serasi dan selalu harmonis satu sama lain. Suatu hari, saat berkumpul bersama, si cucu bertanya kepada mereka berdua, "Kakek, Nenek, tolong beritahu kepada kami resep akur dan cara Kakek dan Nenek mempertahan cinta selama ini agar kami yang muda-muda bisa belajar."

Mendengar pertanyaan itu, sesaat kakek dan nenek beradu pandang sambil saling melempar senyum. Dari tatapan keduanya, terpancar rasa kasih yang mendalam di antara mereka. "Aha, Nenek yang akan bercerita dan menjawab pertanyaan kalian," kata kakek.

Sambil menerawang ke masa lalu, nenek pun memulai kisahnya. "Ini pengalaman kakek dan nenek yang tak mungkin terlupakan dan rasanya perlu kalian dengar dengan baik. Suatu hari, kami berdua terlibat obrolan tentang sebuah artikel di majalah yang berjudul ‘bagaimana memperkuat tali pernikahan'. Di sana dituliskan, masing-masing dari kita diminta mencatat hal-hal yang kurang disukai dari pasangan kita. Kemudian, dibahas cara untuk mengubahnya agar ikatan tali pernikahan bisa lebih kuat dan bahagia. Nah, malam itu, kami sepakat berpisah kamar dan mencatat apa saja yang tidak disukai. Esoknya, selesai sarapan, nenek memulai lebih dulu membacakan daftar dosa kakekmu sepanjang kurang lebih tiga halaman. Kalau dipikir-pikir, ternyata banyak juga, dan herannya lagi, sebegitu banyak yang tidak disukai, tetapi tetap saja kakek kalian menjadi suami tercinta nenekmu ini," kata nenek sambil tertawa. Mata tuanya tampak berkaca-kaca mengenang kembali saat itu.

Lalu nenek melanjutkan, "Nenek membacanya hingga selesai dan kelelahan. Dan, sekarang giliran kakekmu yang melanjutakan bercerita." Dengan suara perlahan, si kakek meneruskan. "Pagi itu, kakek membawa kertas juga, tetapi.... kosong. kakek tidak mencatat sesuatu pun di kertas itu. Kakek merasa nenekmu adalah wanita yang kakek cintai apa adanya, kakek tidak ingin mengubahnya sedikit pun. Nenekmu cantik, baik hati, dan mau menikahi kakekmu ini, itu sudah lebih dari cukup bagi kakek."

Nenek segera menimpali, "Nenek sungguh sangat tersentuh oleh pernyataan kakekmu itu sehingga sejak saat itu, tidak ada masalah atau sesuatu apa pun yang cukup besar yang dapat menyebabkan kami bertengkar dan mengurangi perasaan cinta kami berdua."

Pembaca yang budiman,
Sering kali di kehidupan ini, kita lebih banyak menghabiskan waktu dan energi untuk memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan, dan yang menyakitkan. Padahal, pada saat yang sama kita pun sebenarnya punya kemampuan untuk bisa menemukan banyak hal indah di sekeliling kita.

Saya yakin dan percaya, kita akan menjadi manusia yang berbahagia jika kita mampu berbuat, melihat, dan bersyukur atas hal-hal baik di kehidupan ini dan senantiasa mencoba untuk melupakan yang buruk yang pernah terjadi. Dengan demikian, hidup akan dipenuhi dengan keindahan, pengharapan, dan kedamaian.